Aku berusia enam tahun, pada suatu perjalanan, yang direncanakan dengan hati-hati, ke sebuah peternakan. Begitu turun dari angkutan, kami dibawa ke sebuah gudang di mana ada lingkaran besar terbuat dari besi yang menampung benda-benda kuning, banyak sekali, bergerak-gerak.
Anak Ayam Tempat dimana anak-anak ayam itu berkerumun sangat bagus. Seorang pria jangkung, mengenakan jins, mengambil seekor dan mengajariku bagaimana memegang lembut di tangan, perut kecilnya menyentuh dan terasa aneh di telapak tangan kecilku, kaki-kaki kecil menyelip melalui celah jari-jari.
Anak ayam itu mendongak menatapku, berkicau mungkin coba mengobrol. Aku mengamati semakin dekat wajah yang kecil, bulat, dengan mata hitam itu, sehingga bagaimana napasku berdesir lembut di atas kepala kuningnya.
No comments:
Post a Comment